Posts

Kisah Cinta Berawal Dari Sebutir Apel

Image
Sebuah kisah cinta , dalam realita kehidupan nyata, dari seorang gadis tanpa nama.  Ini adalah kisah cintanya, dan berikut kisahnya : Hari itu seorang gadis baru saja memasuki hari - hari sebagai mahasiswa baru. Semuanya terasa sempurna baginya, teman baru yang menyenangkan dan suasana baru yang penuh tantangan, hingga penyakit tifus datang menyerangnya. Dan dia pun terbaring di rumah sakit hampir sebulan lamanya. Sebut saja Adrien, nama pria itu. Ia selalu membawakan gadis itu sebutir apel setiap hari, hanya sebuah. Dia mengunjungi gadis itu dari hari pertama dia dirawat sampai akhirnya dia sembuh dan diizinkan pulang. Meski merasa heran, dia mencoba menahan diri untuk bertanya mengapa dia hanya membawakannya sebutir apel setiap hari, bukan sebuket bunga, setidaknya sekeranjang apel, atau tidak sama sekali, itu tentu tidak akan lebih aneh daripada sebutir apel saja. Saat gadis itu kembali ke kampus, yang pertama gadis itu cari adalah Adrien. Gadis itu merasa penasaran...

Puisi Chairil Anwar : "Senja Di Pelabuhan Kecil" dan "Cintaku Jauh Di Pulau"

Image
Senja di Pelabuhan Kecil Buat Sri Ayati Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap. Karya : Chairil Anwar Cintaku Jauh di Pulau Cintaku jauh di pulau Gadis manis, sekarang iseng sendiri Perahu melancar, bulan memancar di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar angin membantu, laut terang, tapi terasa aku tidak ‘kan sampai padanya Di air yang tenang, di angin mendayu di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta, sambil berkata: “Tujukan perahu ke pangkuanku saja.” Amboi! Jalan sudah b...

Puisi Taufik Ismail : "Membaca Tanda-Tanda"

Membaca Tanda-Tanda Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan dan meluncur lewat sela-sela jari kita Ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas tapi kini kita mulai merindukannya Kita saksikan udara  abu-abu warnanya Kita saksikan air danau yang semakin surut jadinya Burung-burung kecil tak lagi berkicau pagi hari Hutan kehilangan ranting Ranting kehilangan daun Daun kehilangan dahan Dahan kehilangan hutan Kita saksikan zat asam didesak asam arang dan karbon dioksid itu menggilas paru-paru Kita saksikan Gunung memompa abu Abu membawa batu Batu membawa lindu Lindu membawa longsor Longsor membawa air Air membawa banjir Banjir membawa air air mata Kita telah saksikan seribu tanda-tanda Bisakah kita membaca tanda-tanda? Allah Kami telah membaca gempa Kami telah disapu banjir Kami telah dihalau api dan hama Kami telah dihujani abu dan batu Allah Ampuni dosa-dosa kami Beri kami kearifan membaca Seribu tanda-tanda Karena ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan...

Sedar dalam Sasar

Image
Sedar dalam Sasar Ana bersihkan kain bernoda dengan tinta Berharap hilanglah noda yang ada Sukar ana rasa menggilas Namun noda kecil kini tak tarbahas Bukan hilang tapi tertutupi tinta  Yang membuat kain semakin suram Andai kata noda adalah kesalahan Dan tinta adalah keburukan Ana tutupi sedikit kesalahan iku, Dengan keburukan yang kian lebat Gilasan pun hanya menjadi alat Yang semuanya menjadi berkarat Ana salah kaprah dan kiprah Menambah duka dengan luka Mencampur desak dengan sesak Sakit yang parah semakin perih Namun sasar ana berlalu sedar Dibukakan mata oleh rasa Memasrah pada maha pemurah Tuhan segala penentu titik cerah Pelepas segala rasa gelisah Kain yang hitam memang hitam Jika di basuh dengan tinta kian lebam Namun sedar itu seperti air Akan membersihkan kain yang lebam Menjadi bersih kembali Seperti baru di beri... Segala pasrah dari susah Setiap tabah dari lemah Semua ikhlas dari yang hilang Menjadi pembuka awal yang baru Menemui p...

Kemuliaan Hati Seorang Khalifah Pemerah Susu

Image
Sebuah Kisah tentang kemuliaan hati seorang Abu Bakar R.A. sebagai seorang Khalifah , ia masih mau membantu rakyat kecil bahkan membantu untuk memerah susu.  Berikut Kisahnya : Abu Bakar R.A setiap hari berkeliling di perkampungan Madinah. Ia terbiasa berkunjung ke rumah - rumah Janda tua dan rumah anak - anak yatim piatu. Di depan pintu rumah seorang Janda tua, Abu Bakar mengucapkan salam : "Assalamualaikum..." "Wa’alaikummussalam... !" jawab Janda tua. Dibukanya pintu, lalu wajah perempuan tua itu menjadi berseri - seri. "Oh, Abu Bakar rupanya," sambutnya gembira. "Nek, apa mau kuperahkan susu kambingnya ?" tanya Abu Bakar. "Tidak usah, Tuan..." dengan malu-malu, perempuan tua itu mencoba menolak. Tapi, Abu Bakar mengetahui kalau kedatangannya memang sangat membantu pekerjaan perempuan tua itu. "Mari Nek, aku bantu memerahkan susunya,"  kata Abu Bakar terseny...

Puisi Shahruk Khan Di Film Jab Tak Hai Jaan

Image
Jab Tak Hai Jaan ( Selama Aku Masih Hidup ) Mata nakal dan jahilmu Tawamu yang tak perduli Rambutmu yang selalu bergelombang Tak akan pernah ku lupa Selama aku masih hidup… Selama aku masih hidup… Tanganmu yang menghempaskan tangan ku Bayangan mu yang memalingkan pandangan Parasmu yang tak pernah melihat ke belakang Takan pernah ku maafkan Selama aku masih hidup… Selama aku masih hidup… Rasa tak malu mu menari di tengah hujan Rajukan mu untuk hal - hal kecil Kesalahan polosmu Akan selalu ku cinta Selama aku masih hidup… Selama aku masih hidup… Sumpah dan janji palsu mu Mimpi - mimpi yang kau hancurkan Kekejaman do’a mu Selalu aku benci Selama aku masih hidup… Selama aku masih hidup… By : Mayor Samar Anand        ( Jab tak Hai Jaan ) Info Lainnya : ~ Info lowongan Kerja ~ Kumpulan Cerita Inspiratif ~ Tips - Tips Seru Baca Juga :

Kisah Cinta Menyentuh Hati : "Janji Seorang Insan"

Image
Assalamualaikum wr wb. Sahabat.!! Saya akan menceritakan sebuah kisah tentang cinta yang sangat menyentuh hati, bisa di bilang ini adalah cinta sejati. Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang kawan lama yang biasa di sapa Rizal. Rizal adalah teman sekolah saya dulu waktu di SMP, dan sudah hampir 12 tahun saya tidak pernah bertemu dengan dia. Lalu kami mampir ke sebuah warung kopi, untuk saling berbincang sembari melepas rasa asing karena sudah 12 tahun lamanya tidak bertatap muka. Kamipun berdua bersenda gurau, bernostalgia menceritakan masa-masa saat masih bersama. Lalu pandangan saya tertuju pada jaket yang di kenakannya, jaketnya begitu lusuh dan warnanya hampir hilang karena memudar. Berasa penasaran, sayapun bertanya : "Zal..!! Kamu hidup sudah lumayan mapan, tapi kenapa kok jaket yang sudah jelek itu masih kamu kenakan." Rizalpun menjawab : "Jaket ini begitu berarti bagi saya, banyak sekali kenangan yang tidak mau saya lupakan dari jaket ...