Posts

Puisi Shahruk Khan Di Film Jab Tak Hai Jaan

Image
Jab Tak Hai Jaan ( Selama Aku Masih Hidup ) Mata nakal dan jahilmu Tawamu yang tak perduli Rambutmu yang selalu bergelombang Tak akan pernah ku lupa Selama aku masih hidup… Selama aku masih hidup… Tanganmu yang menghempaskan tangan ku Bayangan mu yang memalingkan pandangan Parasmu yang tak pernah melihat ke belakang Takan pernah ku maafkan Selama aku masih hidup… Selama aku masih hidup… Rasa tak malu mu menari di tengah hujan Rajukan mu untuk hal - hal kecil Kesalahan polosmu Akan selalu ku cinta Selama aku masih hidup… Selama aku masih hidup… Sumpah dan janji palsu mu Mimpi - mimpi yang kau hancurkan Kekejaman do’a mu Selalu aku benci Selama aku masih hidup… Selama aku masih hidup… By : Mayor Samar Anand        ( Jab tak Hai Jaan ) Info Lainnya : ~ Info lowongan Kerja ~ Kumpulan Cerita Inspiratif ~ Tips - Tips Seru Baca Juga :

Kisah Cinta Menyentuh Hati : "Janji Seorang Insan"

Image
Assalamualaikum wr wb. Sahabat.!! Saya akan menceritakan sebuah kisah tentang cinta yang sangat menyentuh hati, bisa di bilang ini adalah cinta sejati. Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang kawan lama yang biasa di sapa Rizal. Rizal adalah teman sekolah saya dulu waktu di SMP, dan sudah hampir 12 tahun saya tidak pernah bertemu dengan dia. Lalu kami mampir ke sebuah warung kopi, untuk saling berbincang sembari melepas rasa asing karena sudah 12 tahun lamanya tidak bertatap muka. Kamipun berdua bersenda gurau, bernostalgia menceritakan masa-masa saat masih bersama. Lalu pandangan saya tertuju pada jaket yang di kenakannya, jaketnya begitu lusuh dan warnanya hampir hilang karena memudar. Berasa penasaran, sayapun bertanya : "Zal..!! Kamu hidup sudah lumayan mapan, tapi kenapa kok jaket yang sudah jelek itu masih kamu kenakan." Rizalpun menjawab : "Jaket ini begitu berarti bagi saya, banyak sekali kenangan yang tidak mau saya lupakan dari jaket ...

Puisi Bung Karno : "Aku Melihat Indonesia"

Image
Aku Melihat Indonesia Jika aku berdiri di pantai Ngliyep Aku mendengar lautan Indonesia bergelora Membanting di pantai Ngeliyep itu Aku mendengar lagu - sajak Indonesia Jikalau aku melihat Sawah menguning menghijau Aku tidak melihat lagi Batang padi menguning - menghijau Aku melihat Indonesia Jika aku melihat gunung-gungung Gunung Merapi, gunung Semeru, gunung Merbabu Gunung Tangkupan Prahu, gunung Klebet Dan gunung-gunung yang lain Aku melihat Indonesia Jikalau aku mendengar pangkur palaran Bukan lagi pangkur palaran yang kudengarkan Aku mendengar Indonesia Jika aku menghirup udara ini Aku tidak lagi menghirup udara Aku menghirup Indonesia Jika aku melihat wajah anak-anak di desa-desa Dengan mata yang bersinar-sinar (berteriak) Merdeka! Merdeka!, Pak! Merdeka! Aku bukan lagi melihat mata manusia Aku melihat Indonesia! Karya : Bung Karno Info Lainnya : ~ Info Lowongan Kerja ~ Kumpulan Cerita Inspiratif ~ Tips - Tips Seru ~ Info Tentang Kesehatan Baca Juga :

Lebih Baik Belajar Dewasa, Daripada Di Paksa Dewasa

Image
Salam, Berikut adalah sepenggal cerita yang semoga dari cerita tersebut dapat memberikan pelajaran agar kita menjadi orang yang lebih dewasa. Suatu hari, seorang Ibu bangun pagi-pagi sekali, ia selalu bekerja keras sepanjang hari, dari menyiapkan makanan untuk anak-anaknya sampai membereskan rumahpun sendiri tanpa ada yang membantu. Terlihat sudah dari jam tujuh malam Ibu ibu itu menghidangkan makan malam untuk suami dan anak-anaknya, sangat sederhana sekali, hanya berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Namun sayang, karena sibuk mengurusi anak paling kecil yang terus merengek, tempe dan telur gorengnya pun sedikit gosong. Dan terlihat Ibu itu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, sementara minyak gorengnya sudah habis. Anak-anaknya menunggu dengan tegang apa reaksi Ayah yang pulang kerja, pasti beliau sudah sangat capek, apalagi melihat makan malamnya hanya tempe dan telur yang gosong. Luar biasa..!!! Sang ayah dengan tenang...

Cerita Lucu : " Hadiah Mobil"

Image
Hai Sahabat. Ini hanyalah sebuah cerita fiktif belaka, sebuah cerita guyonan untuk bahan hiburan semata. Semoga dapat bermanfaat dan menghibur bagi hati-hati yang sedang dilanda kesedihan. Di ceritakan ada tiga lelaki yang meninggal dan mereka masuk surga. Di surga ada sebuah peraturan bahwa setiap orang baik akan mendapat kendaraan yang pantas sesuai dengan perbuatan baiknya. Lelaki pertama tiba dan kemudian malaikat bertanya : "Berapa tahun kamu menikah?" "20 tahun" Jawab lelaki pertama itu. "Dan berapa kali kamu mengkhianati istrimu?" Lelaki pertama kembali menjawab, "5 kali." "Baiklah," jawab sang malaikat, "Kamu boleh masuk tapi hanya mendapat mobil Kijang." Lelaki pertama pun berlalu dengan mobil Kijangnya. Kemudian datanglah lelaki kedua, dan kemudian di beri pertanyaan yang sama dengan lelaki yang pertama : "Berapa tahun kamu menikah?" Jawab lelaki kedua, "30 tahun." "Berapa kali k...

Puisi Habibie Untuk Ainun

Image
Puisi Habibie Untuk Ainun Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mun...

Puisi Taufik Ismail : "Kembalikan Indonesia Padaku"

Halo sobat, Berikut ini adalah sebuah puisi dari seorang puitis terkenal di indonesia, yang namanya sudah tidak asing lagi di dengar. Ya, dia adalah Taufik Ismail. Berikut ini salah satu puisi dari beliau yang berjudul : " kembalikan Indonesia Padaku." Kembalikan Indonesia Padaku Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian, Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa, Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya, Kembalikan  Indonesia  padaku Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat, Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya, Hari depan Indo...