Gara-Gara Bebek.!!

Assalamualaikum sahabat Zajirah Islamiah,

Berikut ini adalah sepenggal kisah tentang bagaimana cara kita dalam menghadapi masalah, jika kita melakukan kesalahan, cara terbaik adalah dengan menghadapinya.

Siap bertsnggung jawab atas sesuatu yang telah di lakukan dan menerima spapun yang akan terjadi, namun terkadang kejujuran mampu memberikan ketenangan dibandingkan dengan terus menutup-nutupi kesalahan.


Ada seorang bocah laki-laki yang sedang berkunjung ke pertanian kakek dan neneknya. Dia menemukan sebuah ketapel untuk bermain-main di hutan. Dia berusaha berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam.

Pada waktu perjalanan pulang, dilihatnya bebek peliharaan milik neneknya. Ia masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek tersebut. 

Buk....!!

tanpa sengaja bidikannya mengenai tepat di kepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek itu di dalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Dan melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.

Setelah makan, Nenek berkata, 

"kakak, cuci piring ya "

Tetapi sang kakak berkata, 

"Nenek, si adik berkata bahwa dia ingin membantu di dapur, bukankah demikian." sang kakak sambil berbisik, 

"Ingat bebek ?"

Jadi sang adik mencuci piring, karena takut kakanya bicara pada nenek tentang bebek yang mati.

Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, 

"Maafkan, tetapi aku perlu kakak untuk membantu menyiapkan makanan."

Tetapi sang kakak tersenyum dan berkata, 

"Tidak apa-apa, karena si adik memberitahu kalau ingin membantu." Kembali dia berbisik, 

"Ingat bebek ?"

Jadi sang kakak pergi memancing dan si adik tinggal dirumah.

Setelah beberapa hari sang adik terus mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sang kakak, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun.

Nenek merangkulnya, katanya, 

"Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkannya. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan kakakmu memanfaatkanmu."

"Aku tidak tahu masalahmu. Aku tidak tahu dosamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Bahwa Tuhan juga selalu melihat segalanya.

Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia mau melihat berapa lama engkau mau mengakui kesalahanmu.

Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tidak mengingat-ingat lagi dosamu."

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari sepenggal kisah kakak beradik tersebut.

Wassalamualaikum wr wb.

Comments

Popular posts from this blog

Kondisi Menyedihkan Dari Menantu Arifin Ilham Kini, Alvin: Kami Mohon Maaf, Mohon Doanya Ya…

''YA ALLAH.. jadikan ibu kami sebagai perempuan Ahli Surga." Aamiin ya Rabbal'alamin...silahkan SHARE/BAGIKAN semoga allah swt mengabulkan do'a kita amiin ya robbal alamiin..!!!

Khusus Para Cowok, Pilih Wanita Nomor Berapa?? Hasilnya Akan Memperlihatkan Kepribadianmu. Ternyata!!