Posts

Akhir perjalanan hidup ini

Untaian Syair Zainal Abidin -rohimahulloh- لَيْس الغرِِيبُ غرِيبَ الشَّامِ وَاليمنِ إنَّ الغَريب غَريبُ اللحْد والكَفَنِ Orang asing bukanlah orang yg merantau ke negeri syam atau yaman Tp orang asing adl, org yg asing dalam liang lahad bersama kain kafan إنَّ الغريبَ لَهُ حَق لِغُربَتِهِ علَى المُقِيمينَ فى الأوْطَانِ والسَّكَنِ Sungguh orang yang terasing memiliki hak yang harus dipenuhi Oleh penduduk daerah yang sedang dilaluinya لاَ تَنْهَرَنّ غَرِيْباً حَالَ غُرْبَتِهِ الدَّهْرُ يَنْهَرُهُ بِالذُّلِّ وَالْمِحَنِ Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan Karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan berbagai cobaan سَفْرِي بَعِيْدٌ وَزَادِي لَنْ يُبَلِّغَنِي وَقُوَّتِي ضَعُفَتْ وَالْمَوْتُ يَطْلُبُنِي Perantauanku jauh… padahal bekalku tidak mencukupi Kekuatanku semakin rapuh… sedang kematian terus mencariku وَلِي بَقَايَا ذُنُوْبٌ لَسْتُ أَعْلَمُهَا اللهُ يَعْلَمُهَا فِي السّ...

Halal dan Haram dalam Islam

Persoalan halal dan haram dalam islam kadang mudah dipahami dan juga kadang sulit dimengerti. Menjadi mudah ataupun sulit dikarenakan oleh peneliti islam zaman sekarang mungkin bisa disebut terbagi menjadi 2 golongan yaitu golongan yang terlalu berpihak pada barat, maupun golongan yang terlalu kaku sehingga banyak yang melupakan Al Quran dan Hadist. Golongan pertama ini menganggap bahwa apa yg diharaman oleh barat berarti diharamkan oleh islam, dan yang dihalalkan oleh barat berarti dihalalkan oleh islam. Golongan yang kedua adalah orang yang terlalu kaku dalam menilai halal dan haram, apa-apa yang tertulis di buku-buku / kitab-kitab berarti itu islam, pemikirannya tidak bisa menerima perubahan sedikitpun. Hal inilah yang pada akhirnya membuat kita menjadi kebingungan dalam menentukan antara halal dan haram. “Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan membawa rahmat bagi segenap makhluk.” (Al Anbiya : 107) Kita harus yakin bahwa apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah bertujuan untuk kebai...

HAL-HAL YANG BOLEH DILAKUKAN KETIKA SHALAT

Alhamdulillah kali ini kami dikuatkan untuk melakukan pembahasan tentang hal yang boleh dilakukan ketika shalat, walaupun sebagian orang beranggapan beberapa hal ini dapat membatalkan shalat. Kebenaran hanyalah apa yang datang dari Allah dan RasulNya. Beberapa hal yang boleh dilakukan dalam shalat antara lain adalah… 1. Berjalan karena ada keperluan, misalnya membukakan pintu عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي وَالْبَابُ عَلَيْهِ مُغْلَقٌ فَجِئْتُ فَاسْتَفْتَحْتُ فَمَشَى فَفَتَحَ لِيْ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى مُصَلاَّهِ، وَذِكْرُ أَنَّ الْبَابَ كَانَ فِي الْقِبْلَةِ Dari A’isyah Radhiallahu ‘Anha ia berkata: “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat (sunnah di rumah) sedangkan pintunya ditutup, lalu saya datang, lalu saya minta dibukakan pintu, lalu beliau berjalan lantas membukakan pintu untukku, kemudian kembali lagi ke tempat shalatnya”*. (HR. Abu Dawud no.922) * Perawi hadits ini dari A’isyah mengira bahwa pintu itu berada di arah kiblat...

FENOMENA KESURUPAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Fenomena kesurupan masih mengundang perdebatan hingga saat ini. Kalangan yang menolak masih menggunakan alasan klasik yakni "tidak bisa diterima akal". Semoga kajian berikut bisa membuka kesadaran kita bahwa syariat Islam sejatinya dibangun di atas dalil bukan penilaian pribadi atau logika orang per orang. Peristiwa masuknya Jin ke dalam tubuh manusia masih menjadi teka-teki bagi sebagian orang. Peristiwa yang lebih dikenal dengan istilah kesurupan atau kerasukan Jin ini acap kali menjadi polemik di tengah masyarakat kita yang heterogen. Sehingga sekian persepsi bahkan kontroversi sikap pun meruak dan bermunculan ke permukaan. Ada yang membenarkan dan ada pula yang mengingkari. Bahkan ada pula yang menganggapnya sebagai perkara dusta dan termasuk dari kesyirikan. Para pembaca mediametafisika.com yang baik hati sebagai muslim sejati yang berupaya meniti jejak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya tentunya prinsip 'berpegang teguh dan merujuk kep...

BOLEKAH BICARA SAAT WUDHU ?

Image
Sebagian fuqaha memakruhkan berbicara ketika wudhu, dasarnya karena hal itu membuat tidak sempurna isbagh (meratakan air) -nya. Demikian alasan para fuqaha yang memakruhkan berbicara ketika wudhu, yaitu karena berbicara ketika itu menyibukkan seseorang dalam ibadahnya dan dapat melalaikannya. Namun yang rajih adalah tidak mengapa seseorang yang sedang berwudhu itu berbicara, baik saling berkata-kata maupun menanggapi ucapan orang lain. Adapun saling berkata-kata ketika wudhu, terdapat hadits dalam As Shahih, bahwa Nabi ~Shallallahu'alaihi Wasallam~ sebagaimana dalam hadits 'Aisyah dan Abdullah bin 'Amr dan Abu Hurairah, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "neraka Wail bagi tumit-tumit (yang tidak terbasuh air wudhu)" Di sini beliau mengajak bicara para sahabat yang sedang wudhu, yaitu sedang mencuci kaki mereka, dan mereka kurang sempurna dalam meratakan air sampai mereka membiarkan sebagian tumit mereka tidak terbasuh, maka Nabi bersabda: "neraka ...

BOLEHKAH LAKI-LAKI MENANGIS ?

Image
❥ Menangis adalah sebuah reaksi emosi yang wajar. Umumnya, perempuan lebih mudah dan lebih sering menangis daripada laki-laki. Masyarakat umumnya menuntut laki-laki agar kuat dan tegar, salah satu bentuknya adalah dengan tidak menangis. Jika seorang laki-laki kedapatan sedang menangis, cibiran dan cemoohan pun akan tertuju padanya. “Kamu itu laki-laki, jangan nangis seperti perempuan!” ❥ Laki-laki memang harus kuat, tetapi bukan berarti tak boleh menangis. Menangislah ketika mengingat ALLAH.. Menangislah ketika menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat. Menangislah.. ❥ Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam? Apakah istri? Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun? Ternyata bukan karena hal-hal duniawi tersebut.. ❥ Beliau menangisnya karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Qur'an Surah Al-Ma’idah ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita.. ❥ Beliau shalat sambil menangis h...

BENARKAH KUBURAN ADALAH TEMPAT PERISTIRAHATAN TERAKHIR ?

Image
“ Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk (ziyarah) ke dalam kubur” QS AZ-zALAH 1-2 selalu setiap penyelenggaraaan jenazah  muslim, pemandu acara mengatakan “marilah kita sama-sama mengantarkan si fulan / fulanah keperistirahatan terakhirnya..”. Alangkah ruginya seorang mukmin yang beribadah siang malam, berbuat amal sholeh, sedekah, dan berjihad di jalan Allah kalau hanya terbaring saja jasad dan ruhnya, dan alangkah beruntungnya kafir dan para pendosa semasa hidupnya berbuat makar kalau finishnya hanya dikuburan saja tanpa ada perhitungan..? Rasullah bersabda ” Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, tiadalah perumpamaanku terhadap dunia melaikan seperti seorang pengendara yang berjalan di hari yang panas, lalu bernaung dibawah pohon sesaat di siang hari yang panas, lalu dia bernaung dibawah pohon sesaat di siang hari, lalu dia melajutkan perjalanan dan meninggalkannya (HR al-Hakim) jelaslah bagi kita kuburan itu hanya transit saja disitu Rasul mengumpamakan kalau ...